KUA CILIMUS

THE MOST CILIMUS JILID 2: Perkuat Ketahanan Keluarga, Wujudkan Sakinah Mawaddah Warahmah Bersama MT. Baiturrohim Bandorasakulon

Bandorasakulon, 02 Maret 2026 — Kepala KUA Cilimus beserta Penghulu, Penyuluh Agama Islam, dan JFU KUA Cilimus kembali melaksanakan program unggulan The Most Cilimus jilid 2 yang kali ini digelar di Majelis Taklim (MT.) Baiturrohim Desa Bandorasakulon pada Senin, 02 Maret 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini diikuti oleh 75 orang ibu-ibu jamaah MT. Baiturrohim dengan penuh antusias. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Desa Bandorasakulon, Ketua RW/RT setempat, Ketua DKM Baiturrohim, serta Ketua MT. Baiturrohim sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penguatan ketahanan keluarga di tengah masyarakat.

Program The Most Cilimus merupakan salah satu inovasi pembinaan keagamaan dari KUA Cilimus yang bertujuan meningkatkan pemahaman keislaman masyarakat, khususnya dalam membangun keluarga yang harmonis, religius, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman.

Tema utama dalam kegiatan ini adalah melanggengkan keluarga dalam suasana sakinah, mawaddah, warahmah serta menghadirkan solusi konkret dalam menjaga ketahanan rumah tangga. Materi disampaikan oleh dua Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus yang kompeten di bidangnya.

Ust. M. Muslihudin, S.Ag. dalam pemaparannya menjelaskan pandangan para ulama mengenai konsep keluarga sakinah. Beliau mengutip penjelasan dari berbagai turats (kitab kuning) yang menekankan bahwa keluarga sakinah tidak hanya dibangun di atas cinta, tetapi juga di atas pondasi ilmu, kesabaran, dan tanggung jawab. Dalam kitab Uqudul Lujain, dijelaskan pentingnya memahami hak dan kewajiban suami-istri agar tercipta keseimbangan dan keharmonisan dalam rumah tangga.

Beliau juga menegaskan bahwa menurut para ulama, mawaddah adalah cinta yang tumbuh karena komitmen dan kesetiaan, sedangkan rahmah adalah kasih sayang yang lahir dari keikhlasan dan ketulusan dalam melayani serta menghargai pasangan. Ketika ketiganya berpadu, maka keluarga akan kokoh menghadapi ujian kehidupan.

Sementara itu, Ust. Yudi Sofiyudin, S.Pd.I. menyampaikan materi tentang tips menjaga ketahanan rumah tangga dengan merujuk pada literatur klasik para ulama. Dalam penjelasannya, beliau mengutip nilai-nilai dari kitab Ta’limul Muta’allim karya Az-Zarnuji tentang pentingnya adab dan akhlak dalam hubungan sosial, termasuk dalam rumah tangga. Akhlak yang baik menjadi fondasi utama dalam membangun komunikasi yang sehat antara suami dan istri.

Beliau juga menjelaskan konsep mu’asyarah bil ma’ruf sebagaimana diterangkan dalam berbagai kitab fiqih, yakni kewajiban memperlakukan pasangan dengan cara yang baik, lembut, dan penuh penghormatan. Dalam kitab Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali menerangkan bahwa di antara kunci kebahagiaan rumah tangga adalah sabar terhadap kekurangan pasangan, menjaga lisan dari ucapan yang menyakiti, serta membiasakan musyawarah dalam mengambil keputusan.

Adapun beberapa poin ketahanan rumah tangga yang ditekankan antara lain:

  1. Menjaga komunikasi yang jujur dan terbuka.
  2. Menanamkan nilai agama dalam pendidikan anak sejak dini.
  3. Menguatkan ibadah bersama sebagai perekat spiritual keluarga.
  4. Mengedepankan kesabaran dan saling memaafkan.
  5. Menjaga amanah dan kepercayaan dalam setiap peran rumah tangga.

Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan kondisi keluarga masa kini. Para peserta terlihat aktif menyimak dan beberapa di antaranya mengajukan pertanyaan terkait dinamika rumah tangga yang mereka hadapi sehari-hari.

Kehadiran Kepala Desa Bandorasakulon beserta unsur masyarakat menunjukkan sinergi yang kuat antara pemerintah desa dan KUA dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis. Penguatan ketahanan keluarga dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan sosial yang aman, damai, dan sejahtera.

Melalui kegiatan The Most Cilimus jilid 2 ini, KUA Cilimus berharap nilai-nilai keislaman yang bersumber dari Al-Qur’an, Hadits, dan turats para ulama dapat terus hidup dan diamalkan dalam kehidupan keluarga sehari-hari.

Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk terus membina umat, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan keluarga sakinah bukan sekadar wacana, melainkan gerakan bersama demi terwujudnya masyarakat yang kuat, berakhlak, dan penuh keberkahan.

Kontributor: Thobroni (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top