CILIMUS – 26 Februari 2026, Komitmen dalam memperkuat pembinaan keluarga terus ditunjukkan oleh KUA Cilimus melalui penyelenggaraan kegiatan The Most KUA (Move For Sakinah Maslahat) dengan tema “Penguatan Relasi Harmonis dan Ketahanan Keluarga Menuju Keluarga Sakinah Maslahat”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 26 Februari 2026, pukul 08.00–11.00 WIB, bertempat di Musholla Ath-Thohiriyyah, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan.
Sebanyak 78 peserta dari Majelis Taklim Ath-Thohiriyyah mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Majelis taklim tersebut dipilih sebagai sasaran program karena dikenal aktif, memiliki jamaah yang stabil, serta didominasi oleh ibu-ibu yang memiliki peran strategis dalam membangun suasana sakinah di lingkungan keluarga.
Materi pertama disampaikan oleh Yudi Sofiyudin, S.Pd.I (Penyuluh Agama Islam), yang mengupas tips-tips membangun keluarga sakinah menurut para ulama Ahlusunnah. Dalam pemaparannya, beliau menekankan pentingnya fondasi akidah yang lurus, adab dalam berumah tangga, serta komunikasi yang dilandasi kasih sayang dan saling menghormati. Ia juga menyampaikan bahwa keluarga sakinah tidak hadir secara instan, melainkan dibangun melalui kesabaran, keikhlasan, dan komitmen bersama antara suami dan istri.
Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Muslihudin, S.Ag (Penyuluh Agama Islam),, yang membahas ketahanan keluarga berdasarkan referensi turats (literatur klasik Islam). Ia menguraikan pandangan para ulama terdahulu mengenai pentingnya keseimbangan hak dan kewajiban, manajemen konflik dalam rumah tangga, serta peran spiritualitas dalam menjaga keharmonisan keluarga. Penjelasan yang berbasis referensi turats ini memberikan kedalaman perspektif sekaligus memperkaya wawasan peserta.
Selama sesi berlangsung, peserta menunjukkan respons yang sangat positif. Antusiasme terlihat dari keaktifan dalam sesi tanya jawab dan diskusi kelompok. Beberapa jamaah secara terbuka membagikan pengalaman keluarga yang relevan dengan materi, mulai dari tantangan komunikasi suami-istri, pengelolaan emosi, hingga pembagian peran dalam rumah tangga.
Hasil diskusi mengindikasikan bahwa sebagian peserta sebelumnya masih menghadapi dinamika yang memerlukan pendampingan dan penguatan nilai. Setelah mengikuti bimbingan, peserta mengaku memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai pentingnya komunikasi empatik, musyawarah keluarga, serta internalisasi nilai sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Secara umum, terjadi peningkatan kesadaran dan pemahaman terhadap konsep relasi harmonis dan ketahanan keluarga. Hal ini tercermin dari kemampuan peserta dalam mengidentifikasi langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan rumah tangga masing-masing.
Kepala KUA Cilimus, Jajang Ahmad Zarkasih, S.Ag., M.Si, menyampaikan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik dan penuh semangat kebersamaan.
Beliau menyatakan bahwa kegiatan The Most KUA bukan sekadar program seremonial, tetapi merupakan bagian dari ikhtiar nyata dalam membangun ketahanan keluarga sebagai fondasi masyarakat.
“Kami merasa bangga melihat antusiasme jamaah yang begitu luar biasa. Ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan pembinaan keluarga memang sangat nyata. KUA hadir tidak hanya dalam pelayanan administrasi, tetapi juga dalam pendampingan dan penguatan nilai-nilai keluarga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, beliau berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas dan materi yang semakin mendalam. Menurutnya, jika keluarga-keluarga di Cilimus kuat dan harmonis, maka masyarakat pun akan menjadi lebih rukun, damai, dan maslahat.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, Program The Most KUA di Majelis Taklim Ath-Thohiriyyah Desa Bojong dapat dinilai efektif sebagai langkah edukatif dan preventif dalam penguatan keluarga sakinah maslahat. Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran KUA Cilimus sebagai garda terdepan dalam pembinaan keluarga, demi terwujudnya masyarakat yang religius, harmonis, dan berketahanan sosial.
Kontributor: Reyazul Jinan H (KUA Cilimus)




