KUNINGAN – Senin, 22 Desember 2025, Kementerian Agama Kabupaten Kuningan menyelenggarakan Seminar “Menjadi Perempuan Tenang di Tengah Riuhnya Kehidupan” yang bertempat di Grand Cordela Hotel AS Putra Kuningan. Kegiatan ini diikuti oleh segenap pegawai perempuan di lingkungan Kementerian Agama se-Kabupaten Kuningan sebagai ikhtiar penguatan mental, spiritual, dan emosional perempuan di tengah dinamika kehidupan modern dan tuntutan pekerjaan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Cilimus, Jajang Ahmad Zarkasih, S.Ag., M.Si., memberikan instruksi kepada Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus, Nani Nuraeni, S.Ag., untuk hadir sebagai perwakilan KUA Cilimus. Penugasan ini merupakan bentuk dukungan pimpinan terhadap peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi pegawai perempuan, agar mampu menjalankan peran profesional sekaligus peran keluarga secara seimbang dan harmonis.
Acara seminar diawali dengan pembukaan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, Drs. H. Ahmad Handiman Romdony, M.Si. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan yang sarat makna tentang pentingnya ketenangan jiwa bagi perempuan aparatur sipil negara, khususnya di lingkungan Kementerian Agama.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan:
“Perempuan memiliki peran yang sangat strategis, baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun institusi tempat bekerja. Di tengah riuhnya kehidupan, tuntutan pekerjaan, dan dinamika sosial yang terus berubah, perempuan Kementerian Agama dituntut untuk tetap kuat, tenang, dan bijaksana. Seminar ini diharapkan menjadi ruang refleksi, penguatan batin, serta sarana untuk saling menguatkan agar para pegawai perempuan Kemenag mampu menjalankan tugas dengan penuh ketulusan, profesionalitas, dan ketenangan jiwa.”
Lebih lanjut, beliau berharap agar kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi benar-benar memberikan manfaat nyata bagi seluruh peserta, khususnya dalam membangun keseimbangan antara tugas kedinasan, peran sosial, dan kehidupan keluarga.
“Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari seminar ini dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para pegawai perempuan Kemenag dapat menjadi pribadi yang lebih sabar, ikhlas, dan produktif, serta menjadi teladan dalam membangun lingkungan kerja yang sehat, harmonis, dan penuh empati,” tambahnya.
Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Bunda Michelle Ronida sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Bunda Michelle mengajak para peserta untuk memahami makna ketenangan batin sebagai kebutuhan dasar perempuan di tengah tekanan hidup, baik dari aspek pekerjaan, keluarga, maupun peran sosial.
Materi disampaikan secara komunikatif dan menyentuh, disertai dengan contoh-contoh nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Para peserta diajak untuk mengenali emosi diri, mengelola stres, serta membangun kesadaran spiritual sebagai fondasi ketenangan jiwa. Tidak hanya itu, Bunda Michelle juga menekankan pentingnya mencintai diri sendiri (self-love) secara proporsional agar perempuan mampu hadir secara utuh dan positif bagi orang-orang di sekitarnya.
Kegiatan semakin hidup dengan adanya sesi diskusi interaktif, di mana para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta berdialog langsung dengan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan respons aktif yang mencerminkan relevansi tema seminar dengan realitas kehidupan para pegawai perempuan Kemenag.
Melalui seminar ini, Kementerian Agama Kabupaten Kuningan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kesejahteraan psikologis dan spiritual pegawai perempuan. Kehadiran perwakilan dari berbagai satuan kerja, termasuk KUA Cilimus, menjadi bukti komitmen bersama dalam membangun aparatur Kemenag yang tidak hanya unggul secara kompetensi, tetapi juga kuat secara mental dan spiritual.
Seminar “Menjadi Perempuan Tenang di Tengah Riuhnya Kehidupan” diharapkan menjadi bekal berharga bagi seluruh peserta untuk menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih bijak, tenang, dan penuh rasa syukur, serta mampu menebarkan energi positif di lingkungan kerja, keluarga, dan masyarakat.
Kontributor: Mujib Burohman (KUA Cilimus)




