CILIMUS – Jum’at, 19 Desember 2025, bertempat di Masjid Ath-Thohiriyyah Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Penghulu KUA Cilimus Ust. Reyazul Jinan Haikal, S.Ag. melaksanakan tugas sebagai khotib dan imam Salat Jum’at. Penugasan ini merupakan bagian dari jadwal rutin khotib Jumat yang disusun oleh Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus sebagai upaya nyata meningkatkan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Program penjadwalan khotib ini bertujuan untuk memperkuat peran KUA tidak hanya dalam pelayanan administrasi keagamaan, tetapi juga dalam pembinaan spiritual dan peningkatan kualitas keagamaan masyarakat di wilayah Kecamatan Cilimus. Kehadiran penghulu dan penyuluh secara langsung di tengah masyarakat diharapkan mampu mempererat hubungan kelembagaan KUA dengan jamaah masjid serta tokoh masyarakat setempat.
Pelaksanaan Salat Jum’at di Masjid Ath-Thohiriyyah tersebut dihadiri oleh Ketua Dusun Pahing, Ade Kusmana, segenap tokoh ulama Desa Pahing, serta masyarakat sekitar yang memadati masjid dengan penuh kekhusyukan. Antusiasme jamaah mencerminkan besarnya kebutuhan akan pembinaan keagamaan yang menyejukkan dan relevan dengan kondisi kehidupan sehari-hari.
Pada khutbah Jum’at kali ini, Ust. Reyazul Jinan Haikal menyampaikan materi bertema “Di Saat Jiwa Merasa Ada di Titik Terendah”. Tema tersebut dipilih untuk memberikan penguatan rohani kepada jamaah dalam menghadapi berbagai ujian hidup, baik berupa kesulitan ekonomi, persoalan keluarga, tekanan batin, maupun kegelisahan sosial yang kerap dirasakan oleh masyarakat.
Dalam khutbahnya, khotib mengajak jamaah untuk menyadari bahwa fase terendah dalam kehidupan merupakan bagian dari sunnatullah yang pasti dialami setiap manusia. Melalui kisah para nabi, khususnya Nabi Yunus ‘alaihissalam, jamaah diajak untuk memahami bahwa di saat manusia merasa paling lemah dan tidak berdaya, justru itulah momentum terbaik untuk kembali bersandar sepenuhnya kepada Allah SWT.
Ust. Reyazul menekankan tiga nilai utama yang harus dihidupkan ketika seseorang berada di titik terendah kehidupan, yaitu tauhid kepada Allah, mensucikan dan berprasangka baik kepada Allah (tasbih), serta kejujuran dalam mengakui kekhilafan dan dosa. Dengan ketiga sikap tersebut, seorang hamba akan memperoleh ketenangan batin dan jalan keluar atas setiap permasalahan yang dihadapi.
Khutbah disampaikan dengan bahasa yang lugas, menenangkan, dan mudah dipahami, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan baik oleh seluruh lapisan jamaah. Jamaah diingatkan untuk tidak berputus asa dari rahmat Allah, karena pertolongan-Nya selalu dekat bagi hamba yang beriman dan bersungguh-sungguh dalam berdoa serta memperbaiki diri.
Melalui kegiatan khutbah Jum’at ini, KUA Cilimus kembali menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung kebutuhan spiritual masyarakat. Diharapkan, kegiatan rutin ini mampu membangun masyarakat yang lebih kuat secara iman, tenang dalam menghadapi ujian hidup, serta senantiasa menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman utama dalam kehidupan sehari-hari.
Kontributor: Muslihudin (KUA Cilimus)




