KUA CILIMUS

BRUS 2025: Ustadzah Nani Nuraeni Gagas “Remaja Qeren Qur’ani” dengan Teladan 5 Nabi

CILIMUS – 21 Oktober 2025 Menutup rangkaian Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) 2025 di Pondok Pesantren Terpadu Al-Mutawally, Nani Nuraeni, S.Ag menghadirkan sesi inspiratif tentang pembentukan karakter remaja Islami. Dengan konsep “Remaja Qeren Qur’ani”, penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Cilinis ini mengajak peserta meneladani kisah lima nabi sebagai panutan hidup.

Dalam pemaparannya yang disampaikan selama 20 menit, Nani memaparkan enam pilar utama yang harus dimiliki remaja Qur’ani:

  1. Bijaksana dalam berpikir dan bertindak
  2. Moderat (wasathiyah) dalam beragama
  3. Religius dan tekun beribadah
  4. Baik dan aktif membaikkan lingkungan
  5. Bertanggung jawab dalam mengembangkan diri
  6. Proteksi diri dari pengaruh negatif

“Menjadi remaja Qur’ani bukan hanya rajin ibadah, tapi juga memiliki kepribadian yang utuh dan menyeluruh,” tegas alumni S1 Tafsir Hadits IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini.

Yang membuat sesi ini begitu istimewa adalah pendekatan unik yang digunakan Nani. Ia menghadirkan teladan lima nabi sebagai figur yang relevan dengan kehidupan remaja masa kini:

  1. Nabi Yahya AS – diteladani sebagai remaja yang penuh hikmah, welas asih, dan berbakti kepada orang tua, sebagaimana tercantum dalam QS. Maryam ayat 12-15.
  2. Nabi Isa AS – menjadi contoh remaja yang taat beribadah, penuh berkah, dan menghormati orang tua, seperti dalam QS. Maryam ayat 30-34.
  3. Nabi Luqman AS – mengajarkan pentingnya proteksi diri, kerendahan hati, dan berbakti kepada orang tua dalam QS. Luqman ayat 13-19.
  4. Nabi Ibrahim AS – memberikan teladan tentang tanggung jawab, komitmen, dan komunikasi yang baik, baik kepada orang tua maupun dalam menjalankan perintah Allah.
  5. Nabi Muhammad SAW – sebagai uswatun hasanah dengan sifat penyayang, empatik, musyawarah, dan disiplin waktu.

Untuk memudahkan penghafalan enam pilar remaja Qur’ani, Nani memperkenalkan “Tepuk Remaja Qeren Qur’ani” yang disambut antusias peserta: “Bijaksana… Bijaksana… Bijaksana… (prok prok prok)” “Moderat Wasatiyah, Religius serta Tekun Beribadah… (prok prok prok)”

“Melalui tepukan ini, saya ingin nilai-nilai mulia ini tertanam dalam memori dan teraplikasi dalam kehidupan sehari-hari remaja,” ujar Nani.

Tidak berhenti pada teori, Nani mengajak peserta untuk merefleksikan bagaimana meneladani sifat-sifat mulia para nabi dalam konteks kekinian. Mulai dari cara bergaul di media sosial, berinteraksi dengan teman, hingga menghormati orang tua dan guru.

“Sifat rendah hati Nabi Luqman misalnya, bisa diaplikasikan dengan tidak menyombongkan diri di media sosial. Sifat penyayang Nabi Muhammad bisa diwujudkan dengan peduli terhadap teman yang sedang kesulitan,” jelasnya.

Sesi yang dibawakan Nani ini berhasil menyentuh hati peserta. Banyak remaja yang mengaku menemukan gambaran jelas tentang sosok remaja ideal dalam Islam.

“Saya baru paham bahwa menjadi remaja Qur’ani itu punya standar yang jelas dan bisa diteladani dari kisah para nabi. Materi Ibu Nani sangat menginspirasi,” unggal Dodi, salah satu peserta.

Kehadiran Nani Nuraeni dalam BRUS 2025 ini melengkapi pembekalan remaja secara komprehensif. Jika sesi sebelumnya fokus pada pengenalan diri dan tantangan remaja, maka sesi penutup ini memberikan solusi ideal berupa figur teladan yang konkret.

Dengan pendekatan yang ilmiah namun aplikatif, Nani berhasil mentransformasi konsep-konsep Qur’ani yang abstrak menjadi pedoman hidup yang mudah dipahami dan diaplikasikan generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Thobroni (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top