KUA CILIMUS

BRUS 2025: Ustadzah Saebah Ingatkan Remaja Waspadai “Pengaruh Teman” dan “Jebakan Media Sosial”

CILIMUS – 21 Oktober 2025 dalam Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) 2025 di Pondok Pesantren Terpadu Al-Mutawally, Hj. Saebah, S.Ag, penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Cilimus, hadir memberikan peringatan penting tentang tantangan remaja masa kini. Dengan tegas ia mengutip sebuah hikmah: “Mencintai orang baik, lambat laun akan menjadikan kita orang baik, sekalipun sebelumnya kita bukan orang baik. Sebaliknya, mencintai orang yang tidak baik, lambat laun akan menjadikan kita orang yang tidak baik, sekalipun sebelumnya kita orang baik.”

Dalam sesi bertajuk “Tantangan dan Problematika Remaja Masa Kini”, Saebah mengajak peserta untuk membuka mata terhadap berbagai pengaruh negatif yang mengintai di lingkungan pergaulan dan dunia digital.

Dengan gaya komunikasi yang hangat namun tegas, Saebah mengingatkan bahwa masa remaja adalah periode yang rentan terhadap pengaruh teman sebaya. “Pilihan teman bergaul akan sangat menentukan masa depan kalian. Bersama orang yang baik, kita akan tertular kebaikannya. Sebaliknya, bergaul dengan mereka yang suka membawa pada kemaksiatan, lambat laun akan menyeret kita ke dalamnya,” ujarnya di hadapan puluhan siswa kelas XI dan XII MA Al-Mutawally.

Tak lupa, Saebah juga menyoroti besarnya pengaruh media sosial dalam kehidupan remaja. Menurutnya, media sosial bagai pisau bermata dua – bisa membawa manfaat jika digunakan dengan bijak, tapi juga bisa menjerumuskan jika disalahgunakan.

“Media sosial hari ini menjadi salah satu ujian terbesar bagi remaja. Mulai dari konten-konten tidak mendidik, perundungan siber, hingga gaya hidup konsumtif yang dipamerkan, semua itu bisa merusak mental dan akhlak jika tidak kita waspadai,” tegas alumni Fakultas Ushuluddin IAIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.

Melalui sesi yang berlangsung selama 10 menit ini, Saebah tidak hanya memaparkan masalah, tetapi juga memberikan solusi praktis berdasarkan nilai-nilai Islam. Ia mengajak remaja untuk membentengi diri dengan meningkatkan keimanan, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta menggunakan media sosial untuk hal-hal yang bermanfaat.

“Kunci utamanya ada pada diri kalian sendiri. Miliki prinsip yang kuat, berani mengatakan ‘tidak’ pada hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama, dan jadilah remaja yang tidak hanya pintar secara akademis tapi juga cerdas secara spiritual,” pesannya.

Sesi yang dibawakan Saebah ini mendapat respons positif dari peserta. Banyak remaja yang mengaku baru menyadari betapa seriusnya pengaruh negatif yang mengintai dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya jadi lebih paham bagaimana harus bersikap dalam pergaulan, terutama dalam memilih teman. Materi dari Ibu Saebah sangat menyentuh kehidupan kami sehari-hari,” ungkap Rina, salah satu peserta.

Kehadiran Saebah dalam BRUS 2025 ini semakin melengkapi upaya komprehensif KUA Kecamatan Cilimus dalam membimbing remaja. Tidak hanya membangun konsep diri positif seperti yang disampaikan Asep Sopiyudin, tetapi juga memberikan ‘peringatan dini’ tentang berbagai jebakan yang mengancam di era modern.

Dengan pendekatan yang realistis dan relevan dengan kondisi kekinian, Saebah berhasil membuka mata para remaja untuk lebih waspada dan bijak dalam menjalani masa-masa penuh tantangan menuju dewasa.

Reyazul Jinan Haikal (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top