KUA CILIMUS

Dengan Ice Breaking dan Simulasi, Asep Sopiyudin Gali Potensi Terpendam Remaja Al-Mutawally

CILIMUS – 21 Oktober 2025 – Suasana Pondok Pesantren Terpadu Al-Mutawally di Desa Bojong pagi itu tampak berbeda. Sejak pukul 07.00 WIB, puluhan siswa kelas XI dan XII MA Al-Mutawally telah berkumpul dengan semangat mengikuti Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cini. Kegiatan ini menjadi wadah strategis untuk membekali remaja menghadapi tantangan zaman, sekaligus mencegah praktik pernikahan dini dan pergaulan bebas.

Di antara para fasilitator, Asep Sopiyudin, S.Ag, penyuluh agama Islam KUA Kecamatan Cilimus, tampil memukau dengan materi bertajuk “Konsep Diri Remaja yang Sehat dan Membangun Jembatan Harapan”. Dengan gaya komunikasi yang segar dan interaktif, Asep berhasil mencairkan suasana sekaligus menyentuh hati para peserta.

“Tangan ke atas menggapai bintang, tangan ke samping burungnya terbang…” seru Asep memimpin ice breaking yang langsung disambut antusias para remaja. Tak sekadar permainan, aktivitas ini menjadi pintu masuk untuk membahas pentingnya remaja memiliki visi dan harapan masa depan.

Sesi semakin menarik ketika Asep mengajak peserta melakukan simulasi “Kenali Saya”. Setiap remaja berpasangan saling menilai dan menuliskan kelebihan, kekurangan, hobi, sifat menonjol, kemampuan khusus, hingga cita-cita temannya. Hasilnya cukup mengejutkan – banyak peserta justru menemukan potensi diri yang selama ini tidak mereka sadari melalui penilaian teman.

“Banyak remaja yang tidak menyadari kelebihan mereka sendiri. Melalui aktivitas ini, kami ingin membantu mereka mengenal diri lebih dalam,” jelas Asep sambil berkeliling memandu diskusi.

Tak berhenti di pengenalan diri, Asep melanjutkan dengan membagikan instrumen “Hirarki Nilai Pribadi”. Para remaja diminta mengurutkan tiga nilai tertinggi dalam hidup mereka – mulai dari kejujuran, tanggung jawab, hingga kepedulian sosial. Proses ini memicu diskusi mendalam tentang prinsip hidup yang ingin mereka pegang teguh.

“Remaja sehat bukan hanya tentang fisik yang bugar, tapi juga tentang kematangan psikis, spiritual, dan sosial. Dengan mengenal diri dan menentukan nilai-nilai hidup, mereka bisa membangun ‘jembatan harapan’ menuju masa depan yang lebih terarah,” tegas Asep dalam penjelasannya.

Para peserta terlihat antusias mengikuti seluruh rangkaian aktivitas. Banyak yang mengaku mendapatkan pencerahan tentang pentingnya memahami diri sendiri sebelum menentukan langkah hidup.

“Saya jadi sadar punya kemampuan public speaking yang selama ini tidak saya kembangkan,” ujar Siti, salah satu peserta dengan mata berbinar.

Kehadiran Asep Sopiyudin dalam BRUS 2025 ini mencerminkan komitmen KUA Cilimus dalam mendampingi remaja usia sekolah. Tidak sekadar menyampaikan materi, tapi benar-benar membangun kesadaran kritis dan optimisme di kalangan generasi muda.

“Kami ingin remaja tidak hanya terhindar dari perilaku negatif, tapi juga mampu menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan mereka,” pungkas Asep menutup sesi.

Dengan pendekatan yang segar dan aplikatif seperti ini, BRUS 2025 berhasil menorehkan kesan mendalam. Para remaja pulang tidak hanya dengan sertifikat, tapi dengan bekal konsep diri yang kuat dan ‘jembatan harapan’ yang siap mereka titi menuju masa depan gemilang.

Kontributor: Mujib Burohman (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top