CIGANDAMEKAR – Pada hari Jum’at, 17 Oktober 2025 pukul 11.45 WIB hingga selesai, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cilimus, Asep Romli, S.H., mendapat tugas sebagai khotib dan imam shalat Jumat di Masjid Al-Istiqomah Desa Sangkanmulya, Kecamatan Cigandamekar. Penugasan ini merupakan bagian dari tugas rutin KUA Cilimus, di mana para Penyuluh Agama Islam dan Penghulu secara bergiliran mendapat amanah untuk menjadi khotib dan imam shalat Jumat di berbagai masjid di wilayah binaan.
Dalam khutbahnya yang bertema “Mendapat Ijazah Terbaik di Sekolah Dunia”, Ustaz Asep Romli menyampaikan pesan yang menggugah hati jamaah agar selalu menyadari bahwa kehidupan di dunia ini adalah tempat belajar dan ujian menuju akhirat. Dunia, menurutnya, ibarat sekolah besar tempat manusia menimba ilmu, mengasah kesabaran, dan memperbaiki akhlak hingga akhirnya memperoleh ijazah terbaik, yakni amal saleh dan ridha Allah SWT.
Mengambil pelajaran dari kisah Nabi Musa dan Nabi Khidir sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an, Ustaz Asep menekankan pentingnya kerendahan hati dalam mencari ilmu. Nabi Musa, meski seorang rasul besar, tetap diperintahkan Allah untuk belajar dari Khidir sebagai tanda bahwa ilmu Allah tak terbatas dan manusia harus terus belajar sepanjang hayat. Dari peristiwa itu, jamaah diajak merenungi bahwa setiap kejadian dalam hidup memiliki hikmah dan pelajaran, sekalipun tidak selalu tampak di awal.
Dalam khutbahnya, beliau juga menyampaikan bahwa kelulusan sejati bukan diukur dari jabatan, kekayaan, atau popularitas, tetapi dari kualitas amal dan ketulusan hati dalam beribadah kepada Allah SWT. Dunia hanyalah tempat ujian, sedangkan ijazah sesungguhnya adalah surat kematian — tanda bahwa masa belajar di dunia telah usai dan hasil nilai amal akan dibacakan di akhirat.
Ustaz Asep Romli juga mengingatkan agar umat Islam tidak terjerumus dalam kesombongan atas kelebihan yang dimiliki. Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat seberat biji sawi dari kesombongan.” Karena itu, beliau mengajak jamaah untuk mengisi kehidupan dengan kerendahan hati, memperbanyak ilmu, memperbaiki akhlak, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai guru kehidupan.
Mengakhiri khutbahnya, beliau berpesan agar setiap muslim mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk “kelulusan” menuju akhirat, dengan membawa bekal amal saleh, akhlak mulia, dan hati yang bersih, sebagai tanda ijazah terbaik di sekolah dunia.
Kegiatan khutbah dan pelaksanaan salat Jumat di Masjid Al-Istiqomah berjalan khusyuk dan penuh makna, dihadiri oleh jamaah yang antusias mendengarkan pesan-pesan spiritual tersebut. Dengan adanya penugasan rutin seperti ini, diharapkan peran KUA Cilimus semakin nyata dalam membina masyarakat melalui dakwah dan penguatan spiritual umat.
Reyazul Jinan Haikal (KUA Cilimus)




