KUA CILIMUS

Dirosah Islamiyah Putaran ke-4: Ust. Abdul Karim Kupas Kitab Taisirul Kholaq dan Pentingnya Hak Bertetangga di Bandorasa Kulon

CILIMUS – Suasana penuh kekhidmatan dan semangat keislaman mewarnai halaman Masjid Al-Barokah Desa Bandorasa Kulon pada Minggu, 19 Oktober 2025, sejak pukul 07.00 WIB hingga acara selesai, saat berlangsungnya kegiatan Dirosah Islamiyah Putaran ke-4. Kegiatan ini terselenggara atas kerja sama antara Pengurus Dirosah Islamiyah Kecamatan Cilimus, KUA Kecamatan Cilimus, Pemerintah Desa Bandorasa Kulon, dan seluruh Ketua Majelis Taklim se-Kecamatan Cilimus.

Dirosah Islamiyah yang digelar rutin setiap triwulan ini menjadi wadah pengajian dan pembinaan spiritual bagi Majelis Taklim, sekaligus sarana memperkuat ukhuwah Islamiyah di tingkat desa dan kecamatan.

Acara dibuka dengan pembacaan hadoroh, diikuti nyanyian Lagu Indonesia Raya dan Mars Dirosah Islamiyah, sebagai simbol kebersamaan dan semangat religius. Selanjutnya, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, Asmaul Husna, dan doa pembuka menambah suasana sakral dan khidmat.

Sambutan pertama disampaikan Kepala Desa Bandorasa Kulon, dilanjutkan Ketua Dirosah Islamiyah Kecamatan Cilimus, serta Camat Cilimus, Cece Hendra Krissianto, S.STP., M.Si. Dalam sambutannya, Camat menekankan pentingnya sinergi antara KUA, Majelis Taklim, dan pemerintah desa untuk memperkuat pondasi keagamaan serta membentuk masyarakat yang harmonis dan berakhlak mulia.

Acara inti diisi dengan Pengajian Akbar yang menghadirkan dua narasumber, yakni Ust. Abdul Karim dari Desa Bandorasa Kulon dan Ir. Asep Sumirat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan.

Dalam ceramahnya, Ust. Abdul Karim membawakan tema “Kitab Taisirul Kholaq Bab Hak Bertetangga”. Ia menjelaskan bahwa hak dan kewajiban bertetangga adalah salah satu bagian penting dalam ajaran Islam, mencakup sikap saling menghormati, tolong-menolong, dan menjaga keharmonisan lingkungan sosial.

“Menjaga hak-hak tetangga bukan hanya soal etika, tetapi juga ibadah yang mendapatkan pahala di sisi Allah. Seorang mukmin wajib memastikan tetangganya hidup dalam aman dan tenteram,” jelas Ust. Abdul Karim di hadapan ratusan jamaah.

Sementara itu, Ir. Asep Sumirat menambahkan nilai kepedulian terhadap lingkungan hidup sebagai bagian dari ibadah. Ia menekankan bahwa kebersihan lingkungan dan penghijauan menjadi tanggung jawab moral umat Islam, sekaligus bagian dari akhlak seorang mukmin.

Kegiatan semakin meriah dengan penampilan pentas seni hadroh dan sholawat dari Majelis Taklim MT. Pahing, MT. Baiturrahim, dan MT. Muhasabatul Qolbi. Tidak ketinggalan, Dai Cilik Sri Rahayu Ningsih tampil memukau dengan ceramah singkat, serta Sayipahmi membacakan puisi religius yang menyentuh hati para jamaah.

Dirosah Islamiyah Putaran ke-4 berjalan tertib dan penuh antusiasme. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar-Majelis Taklim, tetapi juga memperkuat kolaborasi KUA, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat.

Dengan adanya kegiatan rutin ini, Majelis Taklim se-Kecamatan Cilimus diharapkan semakin solid, aktif dalam dakwah, dan mampu menjadi teladan dalam membangun masyarakat yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.

Saepul Anam (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top