CILIMUS, 09 Agustus 2025 – Majelis Taklim (MT) Baiturrahman Desa Caracas, Kecamatan Cilimus, kembali menggelar pengajian rutin pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh jamaah yang terdiri dari ibu-ibu Majelis Taklim, anggota PKK, serta Ketua RT setempat. Pengajian kali ini menghadirkan Ustadzah Nani Nuraeni, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilimus, sebagai pemateri dengan tema “Rasa Syukur kepada Allah SWT”.
Bertempat di kediaman salah satu anggota Majelis Taklim, acara berlangsung penuh khidmat dan semangat keislaman. Ustadzah Nani Nuraeni membuka pengajian dengan tilawah Al-Qur’an dan tausiyah yang mengingatkan jamaah akan pentingnya senantiasa bersyukur dalam segala kondisi. Dalam pemaparannya, beliau menekankan bahwa syukur bukan hanya diucapkan di lisan, tetapi juga harus diwujudkan dalam amal perbuatan dan penerimaan atas segala ketentuan Allah SWT.
“Syukur itu bukan sekadar mengucapkan alhamdulillah, tetapi juga menggunakan nikmat Allah sesuai dengan ridho-Nya. Ketika kita diberi kesehatan, gunakan untuk beribadah. Ketika diberi rezeki, jangan lupa berbagi,” pesan Ustadzah Nani di hadapan para jamaah.
Materi yang disampaikan Ustadzah Nani mengupas tuntas makna syukur dari sudut pandang Al-Qur’an dan Hadits. Beliau menjelaskan bahwa syukur memiliki tiga pilar utama:
- Syukur dengan Hati: Mengakui bahwa segala nikmat berasal dari Allah SWT.
- Syukur dengan Lisan: Senantiasa mengucapkan hamdalah dan memuji Allah.
- Syukur dengan Perbuatan: Menggunakan nikmat Allah untuk kebaikan dan ketaatan.
Selain itu, Ustadzah Nani juga menyampaikan bahwa salah satu tanda kurangnya rasa syukur adalah ketika seseorang selalu merasa kurang, meskipun telah diberi banyak kenikmatan. “Orang yang tidak pandai bersyukur ibarat menimba air dengan keranjang, semakin banyak diberi, semakin banyak yang terbuang,” ujarnya dengan analogi yang mudah dipahami.
Para peserta pengajian terlihat antusias menyimak materi yang disampaikan. Beberapa ibu-ibu Majelis Taklim dan PKK aktif bertanya tentang cara menanamkan rasa syukur dalam keluarga, terutama di tengah tantangan kehidupan modern yang kerap membuat manusia lupa diri.
Ibu Siti Rohmah, salah satu anggota PKK Desa Caracas, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas penyampaian materi yang begitu mengena. “Pengajian hari ini sangat bermanfaat. Kadang kita lupa bahwa nikmat Allah begitu banyak, tapi kita masih suka mengeluh. Ini jadi pengingat untuk selalu bersyukur,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua RT setempat yang turut hadir menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. “Semoga pengajian seperti ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak masyarakat yang terbimbing untuk hidup lebih baik,” harapnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadzah Nani, memohon agar Allah SWT senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada seluruh jamaah untuk menjadi hamba yang pandai bersyukur. Tak lupa, para jamaah juga diajak untuk mengamalkan ilmu yang telah didapat dalam kehidupan sehari-hari.
Pengajian rutin MT Baiturrahman ini menjadi bukti bahwa kegiatan keagamaan tidak hanya mempererat ukhuwah islamiyah, tetapi juga menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan masyarakat. Dengan tema syukur yang diangkat, diharapkan seluruh peserta dapat lebih menghargai setiap nikmat yang diberikan Allah SWT, baik besar maupun kecil.
“Barangsiapa yang bersyukur, maka Allah akan menambah nikmatnya. Dan barangsiapa yang kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.” (QS. Ibrahim: 7).
Asep Romli (KUA Cilimus)




