KUNINGAN, 31 Juli 2025 – Majelis Taklim (MT) Al-Muhajirin di Perumahan Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, kembali menggelar pengajian rutin pada Kamis, 31 Juli 2025 pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini diisi oleh Ustadzah Nani Nuraeni, S.Ag, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilimus, dengan tema “Ciri-Ciri Orang Beriman: Keteguhan Hati dalam Menghadapi Ujian Hidup”.
Pengajian ini dihadiri oleh Ibu Ketua RT, anggota PKK, serta jamaah majelis taklim setempat. Antusiasme peserta terlihat dari semangat mereka menyimak tausiyah yang disampaikan dengan penuh hikmah oleh Ustadzah Nani.
Ustadzah Nani memaparkan bahwa orang beriman memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan orang yang lalai. Di antara ciri-ciri tersebut adalah:
- Takut Meninggal dalam Keadaan Tidak Membawa Iman
Seorang mukmin senantiasa waspada terhadap kematian yang bisa datang kapan saja. Mereka selalu memohon perlindungan kepada Allah agar diberi husnul khatimah (akhir hidup yang baik).
“Orang beriman itu hidupnya selalu diiringi rasa takut, bukan takut miskin atau sakit, tetapi takut jika ajal menjemput dalam keadaan su’ul khatimah. Karena itu, kita harus terus memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan,” jelas Ustadzah Nani.
- Mampu Bersyukur dalam Keadaan Apa Pun
Allah SWT berfirman dalam QS. Ibrahim: 7:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.’”
Ustadzah Nani menekankan bahwa syukur adalah kunci kelapangan hidup. Orang beriman tidak hanya bersyukur saat mendapat nikmat, tetapi juga tetap mengucap “Alhamdulillah” saat menghadapi kesulitan.
“Bersyukur itu bukan hanya saat dapat rezeki melimpah atau anak pintar. Tapi saat sakit, saat kehilangan, saat diuji, kita tetap ucapkan ‘Alhamdulillah’ karena itu semua adalah bentuk kasih sayang Allah,” ujarnya.
- Ridha dan Sabar Menghadapi Takdir Allah
Ketika musibah datang, seorang mukmin sejati akan mengucapkan:
إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّآ إِلَيْهِ رَٰجِعُونَ
“Sesungguhnya kita milik Allah, dan kepada-Nya kita akan kembali.” (QS. Al-Baqarah: 156)
Ustadzah Nani menjelaskan bahwa ridha terhadap takdir Allah adalah ciri keimanan yang kuat.
“Ketika kita kehilangan harta, keluarga, atau jabatan, jangan protes kepada Allah. Yakinlah, di balik semua itu ada hikmah yang mungkin baru kita pahami nanti,” pesannya.
Macam-Macam Ujian dari Allah
Allah SWT menguji hamba-Nya dalam berbagai bentuk, di antaranya:
- Rasa Takut – Ketakutan akan masa depan, keamanan, atau kesehatan.
- Rasa Lapar – Kekurangan makanan atau kesulitan ekonomi.
- Kekurangan Harta – Kehilangan rezeki atau kemiskinan.
- Kekurangan Jiwa – Kematian orang tercinta atau penyakit yang menimpa.
- Profesi – Tantangan dalam pekerjaan atau usaha.
“Semua ujian ini adalah bentuk kasih sayang Allah. Jika kita lulus, derajat kita akan ditinggikan,” tegas Ustadzah Nani.
Pengajian berlangsung interaktif, dengan banyak pertanyaan dari ibu-ibu tentang cara menghadapi ujian hidup dan tips meningkatkan kesabaran. Salah satu peserta, Ibu Siti (anggota PKK), mengungkapkan rasa syukurnya:
“Alhamdulillah, materi hari ini sangat menyentuh. Saya jadi lebih ikhlas menghadapi ujian hidup. Semoga MT Al-Muhajirin terus mengadakan kajian seperti ini,” ujarnya.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Ustadzah Nani, memohon kekuatan iman, ketabahan, dan keberkahan hidup. Sebagai penegasan, Ustadzah Nani berpesan:
“Jadilah wanita yang kuat imannya, pandai bersyukur, dan ridha dengan takdir Allah. Karena hidup ini sementara, akhiratlah tujuan kita yang sebenarnya.”
Saebah (KUA Cilimus)




