SETIANEGARA, 18 Juli 2025 – Majelis Taklim (MT) Masjid Asy-Syifa di Kecamatan Setianegara menggelar kajian rutin pada Jumat, 18 Juli 2025 bertepatan dengan 8 Muharram 1447 H. Acara yang berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB ini dihadiri oleh ibu-ibu PKK dan jamaah majelis taklim setempat. Kajian tersebut menghadirkan Ustadzah Nani Nuraeni, S.Ag, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Cilimus, sebagai pemateri dengan tema “Gunakan 5 Kesempatan Sebelum Datang 5 Perkara”.
Dalam kajiannya, Ustadzah Nani menyampaikan pesan mendalam tentang betapa berharganya waktu dan kesempatan yang diberikan Allah SWT kepada setiap manusia. Beliau mengingatkan jamaah untuk memanfaatkan lima kesempatan emas sebelum datang lima perkara yang bisa menghalangi amal baik.
- Kesempatan Hidup Sebelum Datang Kematian
Ustadzah Nani menekankan bahwa hidup adalah anugerah yang harus diisi dengan ketaatan dan amal shaleh sebelum ajal menjemput. “Saat maut datang, tidak ada lagi kesempatan untuk bertaubat atau berbuat baik. Maka, manfaatkanlah hidup kita sebaik mungkin,” ujarnya.
- Kesempatan Sehat Sebelum Datang Sakit
Kesehatan sering kali dianggap remeh hingga seseorang merasakan sakit. Ustadzah Nani mengajak jamaah untuk bersyukur dengan tetap aktif beribadah, bersedekah, dan membantu sesama selagi masih sehat.
- Kesempatan Waktu Luang Sebelum Datang Kesibukan
Waktu luang adalah nikmat yang sering disia-siakan. Padahal, Rasulullah SAW bersabda bahwa dua nikmat yang sering dilalaikan manusia adalah waktu luang dan kesehatan. Ustadzah Nani mendorong ibu-ibu untuk mengisi waktu dengan kegiatan bermanfaat seperti mengkaji Al-Qur’an, berdzikir, atau mengikuti majelis ilmu.
- Kesempatan Kaya Sebelum Datang Kemiskinan
Kekayaan bukan hanya tentang harta, tetapi juga tentang kesempatan berbagi. Ustadzah Nani mengingatkan agar jamaah gemar bersedekah dan berinfak sebelum datang masa sulit yang menghalangi mereka untuk berbuat kebajikan.
- Kesempatan Muda Sebelum Datang Masa Tua
Masa muda adalah fase penuh semangat dan kekuatan. Ustadzah Nani mengajak para ibu untuk mendidik anak-anaknya dengan nilai-nilai Islam sejak dini dan memanfaatkan energi muda untuk hal-hal positif sebelum datang masa tua yang penuh keterbatasan.
Kajian berlangsung khidmat dengan diskusi interaktif antara pemateri dan peserta. Ibu-ibu PKK dan majelis taklim terlihat antusias menyimak materi, bahkan beberapa mengajukan pertanyaan seputar penerapan tema kajian dalam kehidupan sehari-hari.
“Alhamdulillah, kajian hari ini sangat menginspirasi. Saya jadi lebih sadar untuk tidak menunda-nunda berbuat baik,” ujar salah seorang peserta.
Di akhir acara, Ustadzah Nani berpesan agar ilmu yang didapat tidak hanya menjadi wawasan, tetapi juga diamalkan dalam kehidupan. Diharapkan, kajian-kajian serupa dapat terus digalakkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan jamaah.
Raka Grahal Syah Maulana (KUA Kec Cilimus).




