KUA CILIMUS

The Most KUA Jilid 4: Sinergi KUA Cilimus dan Puskesmas Bangun Keluarga Sakinah Melalui Peran Ibu Hebat

Pada Senin, 16 Maret 2026 Kepala KUA Cilimus beserta segenap Penghulu, Penyuluh Agama Islam dan Staf KUA Cilimus kembali melaksanakan kegiatan The Most KUA Jilid 4 dengan mengusung tema “Ibu Hebat, Keluarga Kuat: Membangun Keluarga Sakinah dari Rumah.” Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Puskesmas Cilimus dan bertempat di Posyandu Sakura, Desa Bojong, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Acara dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya ibu-ibu Posyandu Sakura Desa Bojong, ibu-ibu PKK, perwakilan perangkat desa Bojong, para Ketua RT/RW, serta masyarakat sekitar yang turut berpartisipasi dalam kegiatan pembinaan tersebut. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya ibu-ibu yang hadir untuk mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan sekaligus penguatan ketahanan keluarga yang menjadi fokus utama program The Most KUA.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya KUA Cilimus dalam memperkuat peran dan fungsi KUA sebagai pusat layanan keagamaan sekaligus sebagai lembaga yang aktif dalam pembinaan keluarga sakinah di tengah masyarakat. Melalui program ini, KUA Cilimus berupaya hadir lebih dekat dengan masyarakat dengan memberikan pembinaan yang menyentuh langsung kehidupan keluarga.

Dalam kegiatan ini, Ust. Yudi Sofiyudin, S.Pd.I, yang merupakan Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus, hadir sebagai pemateri utama. Beliau menyampaikan materi bertajuk “Ibu Hebat, Keluarga Kuat: Membangun Keluarga Sakinah dari Rumah” yang disampaikan berdasarkan perspektif para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah.

Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa dalam pandangan ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, seorang ibu memiliki kedudukan yang sangat mulia dan peran yang sangat strategis dalam membangun keluarga yang kuat dan penuh keberkahan. Ibu bukan hanya berperan sebagai pengurus rumah tangga, tetapi juga sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dalam sebuah ungkapan ulama disebutkan: “Al-ummu madrasatul ula” yang berarti bahwa ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya.

Menurut para ulama Ahlussunnah, karakter dan akhlak seorang anak banyak dipengaruhi oleh pendidikan yang diberikan oleh ibunya sejak usia dini. Oleh karena itu, peran ibu dalam mendidik anak sangat menentukan masa depan keluarga bahkan masa depan masyarakat. Ketika seorang ibu mampu menanamkan nilai-nilai keimanan, akhlak yang baik, serta kecintaan kepada agama sejak dini, maka anak-anak akan tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia dan bermanfaat bagi masyarakat.

Beliau juga menjelaskan bahwa dalam Islam, keluarga sakinah tidak hanya diukur dari terpenuhinya kebutuhan materi, tetapi lebih kepada hadirnya ketenangan, kasih sayang, dan rahmat dalam kehidupan rumah tangga sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa tujuan pernikahan adalah untuk menciptakan sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dalam hal ini, seorang ibu memiliki peran penting dalam menjaga suasana rumah agar tetap penuh dengan kasih sayang, kesabaran, dan kehangatan.

Menurut perspektif ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, seorang ibu hebat adalah ibu yang mampu menjalankan beberapa peran sekaligus, yaitu sebagai pendidik, sebagai penanam nilai-nilai agama, sebagai penguat emosional dalam keluarga, serta sebagai penjaga keharmonisan rumah tangga. Ketika seorang ibu mampu menjaga tutur kata yang lembut, memberikan teladan akhlak yang baik, serta membangun komunikasi yang hangat dengan anggota keluarga, maka suasana rumah akan menjadi tempat yang nyaman bagi semua anggota keluarga.

Ust. Yudi Sofiyudin juga menekankan bahwa membangun keluarga sakinah harus dimulai dari hal-hal sederhana yang dilakukan di dalam rumah, seperti membiasakan shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an bersama, mengajarkan anak untuk menghormati orang tua, serta menanamkan nilai-nilai kejujuran, kesabaran, dan tanggung jawab. Kebiasaan-kebiasaan baik ini akan membentuk karakter keluarga yang kuat dan penuh keberkahan.

Selain itu, beliau juga mengingatkan bahwa seorang ibu perlu menjaga keseimbangan antara peran sebagai pengurus rumah tangga dan sebagai pendidik bagi anak-anaknya. Kesabaran, keikhlasan, serta doa seorang ibu menjadi kunci utama dalam membangun keluarga yang kokoh. Dalam banyak kisah para ulama dan orang-orang saleh, keberhasilan anak-anak yang saleh sering kali tidak lepas dari doa dan pendidikan yang diberikan oleh ibunya.

Dalam kesempatan tersebut, para peserta juga diajak untuk memahami bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat yang baik. Ketika keluarga-keluarga dalam suatu masyarakat kuat dan harmonis, maka masyarakat tersebut juga akan menjadi masyarakat yang damai, rukun, dan penuh keberkahan.

Kepala KUA Cilimus, Jajang Ahmad Zarkasih, S.Ag., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terselenggaranya kegiatan The Most KUA Jilid 4 ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen KUA Cilimus untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam memberikan pembinaan keagamaan dan penguatan ketahanan keluarga.

Beliau juga mengapresiasi kerja sama yang terjalin dengan Tim Puskesmas Cilimus serta partisipasi aktif masyarakat Desa Bojong dalam mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, sinergi antara lembaga pemerintah dan masyarakat sangat penting dalam menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme ibu-ibu Posyandu Sakura serta masyarakat Desa Bojong yang hadir dalam kegiatan The Most KUA ini. Peran seorang ibu sangat besar dalam membangun keluarga yang kuat dan harmonis. Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami berharap para ibu dapat semakin memahami peran pentingnya dalam membentuk keluarga sakinah yang menjadi pondasi bagi terciptanya masyarakat yang maslahat,” ungkap beliau.

Beliau juga berharap program The Most KUA dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai desa di wilayah Kecamatan Cilimus agar manfaat pembinaan keagamaan dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

Kegiatan The Most KUA Jilid 4 ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan interaksi yang aktif antara pemateri dan peserta. Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan serta berdiskusi mengenai berbagai persoalan keluarga yang sering dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini diharapkan para ibu dapat semakin menyadari pentingnya peran mereka dalam membangun keluarga yang sakinah, penuh kasih sayang, dan dilandasi nilai-nilai keislaman, sehingga pada akhirnya dapat melahirkan generasi yang berakhlak mulia dan mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Kontributor: Asep Romli (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top