KUA CILIMUS

The Most KUA Jilid 3: KUA Cilimus Perkuat Peran Pembinaan Keluarga Sakinah di Majelis Taklim Baiturrohmah Bandorasakulon

Pada Kamis, 05 Maret 2026 Kepala KUA Cilimus beserta segenap Penghulu, Penyuluh Agama Islam dan Staf KUA Cilimus kembali melaksanakan kegiatan The Most KUA Jilid 3 dengan mengusung tema “Memperkuat Peran dan Fungsi KUA sebagai Pusat Layanan Keagamaan dan Pembinaan Keluarga Sakinah Menuju Masyarakat yang Maslahat.” Kegiatan ini dilaksanakan di Majelis Taklim Baiturrohmah Desa Bandorasakulon, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, yang dimulai pada pukul 08.30 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, di antaranya ibu-ibu Majelis Taklim Baiturrohmah Desa Bandorasakulon, ibu-ibu PKK, perwakilan perangkat desa Bandorasakulon, para Ketua RT/RW, serta masyarakat sekitar yang turut antusias mengikuti kegiatan pembinaan keagamaan tersebut. Kehadiran berbagai unsur masyarakat ini menunjukkan besarnya perhatian dan semangat masyarakat dalam meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai keluarga sakinah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam kegiatan ini, dua orang Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus, yaitu Ust. Muslihudin, S.Ag. dan Ust. Saepul Anam, S.Sos., hadir sebagai pemateri. Keduanya menyampaikan materi yang sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya mengenai keutamaan bulan Ramadhan dalam membangun keharmonisan kehidupan rumah tangga.

Dalam pemaparannya, Ust. Muslihudin menjelaskan bahwa bulan Ramadhan bukan hanya bulan ibadah secara individual, tetapi juga merupakan momentum terbaik untuk memperkuat hubungan antar anggota keluarga. Menurut beliau, Ramadhan mengajarkan nilai-nilai kesabaran, pengendalian diri, keikhlasan, serta kebersamaan yang sangat penting dalam membangun keluarga yang harmonis. Ketika suami, istri, dan anak-anak menjalankan ibadah puasa, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, dan sahur bersama, maka secara tidak langsung akan tercipta suasana kebersamaan yang mempererat ikatan emosional dalam keluarga.

Beliau juga menekankan bahwa keluarga sakinah tidak hanya dibangun dengan kecukupan materi, tetapi dengan pondasi iman, akhlak yang baik, komunikasi yang sehat, serta saling menghargai antara suami dan istri. Ramadhan menjadi sarana untuk memperbaiki diri, memperbaiki hubungan keluarga, serta menumbuhkan sikap saling memaafkan dan saling memahami dalam kehidupan rumah tangga.

Sementara itu, Ust. Saepul Anam, S.Sos. menambahkan bahwa bulan Ramadhan merupakan madrasah ruhaniyah yang melatih umat Islam untuk meningkatkan kualitas ketakwaan kepada Allah SWT. Ketakwaan inilah yang menjadi kunci utama dalam membangun keluarga yang harmonis dan penuh keberkahan. Ia menjelaskan bahwa dalam keluarga yang dilandasi ketakwaan, suami akan menjalankan perannya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, istri akan menjalankan perannya sebagai pendamping yang penuh kasih sayang, dan anak-anak akan tumbuh dalam lingkungan yang penuh nilai-nilai keislaman.

Beliau juga mengingatkan bahwa keharmonisan keluarga dapat terwujud melalui kebiasaan-kebiasaan baik yang dilakukan bersama selama Ramadhan, seperti berbuka puasa bersama, shalat berjamaah, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak sedekah dan amal kebaikan. Kebiasaan-kebiasaan ini tidak hanya mempererat hubungan antar anggota keluarga, tetapi juga menanamkan nilai-nilai religius kepada generasi muda.

Selain itu, para peserta juga diajak untuk memahami bahwa keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat yang maslahat. Jika setiap keluarga mampu menciptakan suasana sakinah, penuh kasih sayang, dan dilandasi nilai-nilai agama, maka secara otomatis akan tercipta masyarakat yang harmonis, rukun, dan penuh keberkahan.

Kepala KUA Cilimus, Jajang Ahmad Zarkasih, S.Ag., M.Si., dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas terselenggaranya kegiatan The Most KUA Jilid 3 ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu upaya nyata KUA Cilimus dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang lebih dekat dengan masyarakat.

Beliau juga mengungkapkan bahwa KUA tidak hanya berperan dalam pelayanan administrasi pernikahan saja, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam melakukan pembinaan keagamaan, penguatan ketahanan keluarga, serta pembentukan keluarga sakinah yang menjadi pondasi bagi terciptanya masyarakat yang maslahat.

Menurut beliau, melalui program The Most KUA, KUA Cilimus berupaya hadir secara aktif di tengah masyarakat dengan memberikan edukasi, pembinaan, dan penguatan nilai-nilai keagamaan. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan agar masyarakat semakin memahami pentingnya membangun keluarga yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan.

“Kami sangat mengapresiasi antusiasme masyarakat Desa Bandorasakulon yang begitu luar biasa dalam mengikuti kegiatan ini. Hal ini menunjukkan bahwa semangat masyarakat untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan dan membangun keluarga sakinah masih sangat tinggi. Semoga kegiatan The Most KUA ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam mewujudkan masyarakat yang religius, harmonis, dan maslahat,” ungkapnya.

Kegiatan The Most KUA Jilid 3 ini berlangsung dengan penuh khidmat dan interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi materi yang disampaikan oleh para pemateri. Diharapkan melalui kegiatan ini, masyarakat dapat semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam membangun kehidupan yang harmonis serta mampu menjadikan bulan Ramadhan sebagai momentum untuk memperkuat nilai-nilai keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan rumah tangga.

Kontributor: Reyazul Jinan Haikal (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top