CILIMUS – 28 November 2025, Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cilimus, Ust. Muslihudin, S.Ag., kembali melaksanakan kegiatan bimbingan penyuluhan agama melalui pengajian majelis taklim. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai ini berlangsung di Majelis Taklim Raoudhotul Ummahat, Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus. Pengajian ini merupakan bagian dari agenda rutin pembinaan masyarakat yang terus digiatkan oleh KUA Cilimus dalam rangka meningkatkan literasi keagamaan dan penguatan spiritual masyarakat.
Pengajian dihadiri oleh perwakilan perangkat Desa Kaliaren, Ketua RT setempat, para ibu-ibu Majelis Taklim Raoudhotul Ummahat, serta para ibu anggota PKK. Kehadiran unsur masyarakat yang cukup beragam tersebut menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti kegiatan penyuluhan keagamaan yang disampaikan oleh Ust. Muslihudin. Selain menjadi ajang silaturahmi, pengajian ini juga menjadi wadah edukasi yang sangat penting untuk menambah wawasan keislaman di tengah tantangan kehidupan modern.
Dalam penyampaian materinya, Ust. Muslihudin mengangkat tema tentang perkara-perkara ghaib yang tidak diketahui oleh manusia. Beliau menjelaskan bahwa perkara ghaib merupakan bagian dari rukun iman yang wajib diyakini oleh setiap muslim. Perkara ghaib mencakup hal-hal yang berada di luar jangkauan pengetahuan manusia, seperti takdir, malaikat, hari kiamat, dan ketentuan-ketentuan Allah yang tidak dapat diprediksi oleh kemampuan akal manusia.
Ust. Muslihudin menegaskan bahwa keyakinan terhadap perkara ghaib merupakan bentuk ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT, sekaligus menunjukkan keterbatasan manusia dalam melihat dan memahami segala sesuatu. Beliau menambahkan bahwa meskipun perkara ghaib tidak terlihat, dampaknya sangat nyata dalam kehidupan. Oleh karena itu, iman kepada yang ghaib harus ditanamkan secara kuat agar seorang muslim senantiasa berada dalam jalan yang diridhai Allah.
Lebih lanjut, beliau mengingatkan pentingnya menjaga diri dari berbagai bentuk ramalan, prediksi tidak berdasar, atau kepercayaan terhadap hal-hal yang tidak sesuai dengan ajaran agama. Manusia, menurut beliau, hanya diwajibkan berusaha, berikhtiar, serta menjalani kehidupan dengan penuh tawakal, sementara hasil dan ketentuan akhir sepenuhnya berada dalam kehendak Allah SWT.
Materi tersebut disampaikan dengan gaya bahasa yang mudah dipahami dan disertai contoh-contoh kehidupan sehari-hari sehingga jamaah dapat menangkap esensi pembahasan dengan baik. Suasana pengajian berlangsung hikmat dan penuh perhatian, di mana para peserta menyimak dengan antusias dan sesekali mengajukan pertanyaan untuk memperdalam pemahaman mereka.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ust. Muslihudin, memohon perlindungan dan keberkahan dari Allah SWT, serta diberikan keteguhan hati dalam menghadapi berbagai cobaan hidup. Para peserta menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas materi yang dibawakan, serta berharap agar pembinaan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara rutin di Desa Kaliaren sebagai langkah memperkuat kecerdasan spiritual dan keimanan masyarakat.
Dengan terselenggaranya pengajian tersebut, KUA Cilimus kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan dan pembinaan keagamaan yang merata kepada seluruh lapisan masyarakat.
Kontributor: Raka Grahal Syah Maulana (KUA Cilimus)




