KUA CILIMUS

Pengajian Majelis Taklim Nurul Falah Linggajati: Ustadzah Nani Nuraeni Ajak Jamaah Meneladani Makna Syukur

LINGGAJATI – Suasana hangat penuh kekhusyukan menyelimuti Masjid Nurul Falah Desa Linggajati pada Kamis, 02 Oktober 2025 pukul 13.00 WIB – selesai, ketika ibu-ibu jamaah majelis taklim berkumpul dalam pengajian rutin bulanan. Pengajian kali ini menghadirkan Nani Nuraeni, S.Ag, Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus, sebagai penceramah.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Ketua RT serta perwakilan perangkat desa Linggajati, menambah semarak dan dukungan terhadap kegiatan keagamaan masyarakat. Kehadiran para tokoh masyarakat desa memperlihatkan kepedulian bersama terhadap pembinaan spiritual umat.

Dalam pengajiannya, Ustadzah Nani Nuraeni menyampaikan materi dengan tema Makna dari La’in Syakartum (Jika Kamu Bersyukur). Ia menjelaskan bahwa bersyukur adalah bentuk pengakuan hamba atas nikmat Allah SWT dalam segala keadaan, baik dalam kelapangan maupun kesempitan.

“Bersyukur berarti mampu berterima kasih dalam keadaan apa pun kepada Allah SWT. Bahkan ucapan yang baik saja sudah bernilai sebagai sedekah. Dengan bersyukur, nikmat yang diberikan Allah akan semakin bertambah,” tutur beliau di hadapan jamaah.

Ustadzah Nani kemudian menguraikan bahwa syukur memiliki dua bentuk utama:

  1. Bersyukur dengan hati (qolbun) Syukur dengan hati diwujudkan dengan selalu mengingat Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.

“Setiap rezeki yang datang, baik besar maupun kecil, hendaknya diawali dengan basmalah dan diakhiri dengan hamdalah. Jangan terjebak pada sifat ananiyah, yaitu selalu ingin dipuji. Karena sejatinya semua kebaikan berasal dari Allah semata,” jelas beliau.

  1. Bersyukur dengan lisan Syukur dengan lisan diwujudkan dengan ucapan yang baik dan penuh manfaat.

“Jika kalian bersyukur, maka Allah akan menambahkan nikmat-Nya. Ucapan yang mampu membahagiakan orang lain, doa yang tulus, serta kata-kata yang menyejukkan adalah bentuk syukur lisan yang mendatangkan keberkahan,” ungkapnya.

Selain hati dan lisan, beliau juga menegaskan pentingnya bersyukur dengan perbuatan. Bersyukur melalui perbuatan berarti senantiasa bersandar hanya kepada Allah, menjadikan setiap amal sebagai ibadah, serta berusaha memberikan manfaat bagi sesama.

Pengajian yang berlangsung sekitar dua jam ini mendapat sambutan hangat dari jamaah ibu-ibu majelis taklim. Mereka mendengarkan dengan penuh perhatian, bahkan sebagian tampak meneteskan air mata haru ketika Ustadzah Nani menjelaskan tentang pentingnya kesadaran hati dalam mensyukuri nikmat Allah SWT.

Kehadiran Ketua RT dan perangkat desa Linggajati juga memberi warna tersendiri, karena menunjukkan bahwa kegiatan keagamaan mendapat dukungan penuh dari pemerintah desa sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual masyarakat.

Pengajian majelis taklim di Masjid Nurul Falah Desa Linggajati bukan hanya sekadar forum kajian, tetapi juga menjadi wadah mempererat ukhuwah Islamiyah. Pesan utama yang disampaikan Ustadzah Nani Nuraeni, S.Ag tentang makna la’in syakartum mengingatkan jamaah bahwa syukur bukan hanya diucapkan, tetapi juga harus dihayati dengan hati, dilafalkan dengan lisan, dan diwujudkan dalam perbuatan nyata.

Dengan menanamkan nilai syukur dalam kehidupan sehari-hari, jamaah diharapkan mampu menjalani kehidupan dengan lebih ikhlas, bahagia, dan senantiasa mendapat limpahan nikmat dari Allah SWT.

Saeful Anam (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top