KUA CILIMUS

Majelis Taklim Al-Falah Gelar Pengajian: Meneladani Sifat Rasulullah SAW sebagai Pedoman Hidup

SAMPORA – Suasana penuh kekhidmatan terasa di Masjid Al-Falah Desa Sampora pada Jum’at, 26 September 2025 pukul 13.00 WIB – selesai, ketika ratusan jamaah ibu-ibu majelis taklim berkumpul dalam rangka mengikuti pengajian rutin. Pengajian kali ini menghadirkan Nani Nuraeni, S.Ag, Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus, sebagai penceramah.

Acara ini dihadiri pula oleh Ketua Desa Sampora beserta perangkat desa, yang turut memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan di tengah masyarakat. Kehadiran tokoh pemerintahan desa bersama masyarakat menambah suasana hangat dan penuh kebersamaan dalam pengajian tersebut.

Dalam ceramahnya, Ustadzah Nani Nuraeni, S.Ag mengangkat tema tentang sifat-sifat Rasulullah SAW yang patut diteladani oleh setiap muslim, terutama bagi kaum ibu sebagai pendidik utama di dalam keluarga.

“Rasulullah SAW adalah manusia terbaik, uswatun hasanah (teladan yang baik) bagi seluruh umat manusia. Ada empat sifat utama yang melekat pada diri beliau, yaitu shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathanah (cerdas). Keempat sifat ini menjadi kunci keberhasilan beliau dalam dakwah dan kehidupan sehari-hari,” tutur beliau di hadapan jamaah.

Ustadzah Nani menjelaskan bahwa sifat shiddiq atau kejujuran harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam rumah tangga, pekerjaan, maupun pergaulan sosial.

“Seorang ibu yang jujur dalam ucapan dan tindakan akan menjadi teladan bagi anak-anaknya. Dari kejujuran itulah lahir ketenangan dalam keluarga,” jelasnya.

Selanjutnya, beliau menekankan sifat amanah. Rasulullah SAW selalu menjaga kepercayaan yang diberikan kepadanya, bahkan sebelum beliau diangkat menjadi Nabi.

“Amanah tidak hanya sebatas menjaga titipan harta, tetapi juga menjaga amanah berupa tanggung jawab dalam keluarga, pekerjaan, dan masyarakat. Jika sifat amanah diterapkan, maka kehidupan akan penuh keberkahan,” tambahnya.

Kemudian, sifat tabligh atau menyampaikan kebaikan menjadi tugas setiap muslim, meskipun dengan pengetahuan yang sederhana.

“Kita sebagai orang tua wajib menyampaikan nilai-nilai kebaikan kepada anak-anak. Jangan biarkan mereka tumbuh tanpa bimbingan agama. Tabligh bisa dimulai dari rumah, dengan mengingatkan shalat, membaca doa, dan berbuat baik,” ujarnya.

Terakhir, sifat fathanah atau kecerdasan. Rasulullah SAW adalah sosok yang cerdas, bijak dalam menyikapi masalah, dan mampu memberikan solusi yang tepat.

“Di zaman sekarang, ibu-ibu harus menjadi pribadi yang cerdas. Bukan hanya dalam pendidikan formal, tetapi juga cerdas dalam mengelola rumah tangga, mendidik anak, dan menyikapi perkembangan zaman. Dengan kecerdasan itu, kita bisa membawa keluarga menuju jalan yang benar,” pesan beliau.

Pengajian yang berlangsung sekitar dua jam ini berjalan khidmat dan penuh antusiasme. Jamaah ibu-ibu mendengarkan dengan saksama setiap penjelasan, bahkan sebagian mencatat poin-poin penting ceramah yang disampaikan. Dukungan penuh dari Ketua Desa dan perangkat desa juga menunjukkan betapa pentingnya peran majelis taklim sebagai wadah pembinaan umat.

Pengajian Majelis Taklim Al-Falah Desa Sampora bersama Penyuluh Agama Islam KUA Cilimus menjadi momentum penting dalam memperkuat keimanan sekaligus meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW. Dengan menanamkan nilai shiddiq, amanah, tabligh, dan fathanah dalam kehidupan sehari-hari, diharapkan masyarakat semakin mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus menjaga keharmonisan keluarga dan lingkungan sekitar.

Raka Grahal Syah Maulana (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top