KUA CILIMUS

Dukung Program Pendis Kemenag, KUA Cilimus Data Kondisi Sarana Pesantren Al-Kautsar dan Natura

CILIMUS – Sebagai tindak lanjut dari program nasional yang digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI), Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Cilimus, yakni Nani Nuraeni, S.Ag dan M. Muslihudin, S.Ag, melaksanakan kegiatan “Pendataan Prasarana Pesantren: Kondisi Bangunan Gedung, Persyaratan Administrasi Perizinan PBG dan SLF” pada Senin, 13 Oktober 2025 mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini dilaksanakan di dua pesantren yang menjadi bagian penting dari ekosistem pendidikan keagamaan di Kecamatan Cilimus, yaitu Pondok Pesantren Al-Kautsar dan Pondok Pesantren Kuningan Islamic Natura (NATURA). Pendataan dilakukan dengan pendekatan langsung kepada pihak pengelola, guna menggali informasi terkait kondisi sarana prasarana, legalitas bangunan, serta kelayakan fasilitas pesantren.

Pendataan di Pondok Pesantren Al-Kautsar

Kunjungan pertama dilakukan di Pondok Pesantren Al-Kautsar, yang disambut hangat oleh Ustadz M. Ramdhani selaku perwakilan pihak pesantren. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian Kementerian Agama melalui KUA Cilimus yang datang langsung untuk melakukan pendataan.

“Kami merasa terhormat dengan kunjungan penyuluh dari KUA Cilimus. Kegiatan ini menjadi bukti nyata perhatian pemerintah terhadap kondisi pesantren. Semoga hasil pendataan ini membawa manfaat dan membuka peluang untuk peningkatan fasilitas pendidikan bagi para santri kami,” ujar Ustadz Ramdhani penuh harap.

Dari hasil wawancara dan observasi, tim menemukan bahwa Pondok Pesantren Al-Kautsar telah memiliki sarana dan prasarana yang cukup lengkap, meliputi dapur umum, gedung asrama putra dan putri, aula, kantor, perpustakaan, ruang kelas, kantin, koperasi, masjid, toilet santri, dan toilet ustadz. Adapun fasilitas yang belum tersedia antara lain auditorium dan laboratorium.

Secara umum, kondisi seluruh bangunan dinilai baik dan terawat dengan baik pula. Dari sisi administrasi, pesantren ini telah memiliki beberapa dokumen penting seperti izin operasional dari Kementerian Agama, Izin Mendirikan Gedung (IMG), dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Meski demikian, masih terdapat hal yang perlu dilengkapi, yaitu Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) serta dukungan bantuan dari Pemerintah Daerah (PEMDA) untuk penguatan sarana pendidikan.

Pendataan di Pondok Pesantren Kuningan Islamic Natura (NATURA)

Usai dari Al-Kautsar, tim penyuluh melanjutkan kunjungan ke Pondok Pesantren Kuningan Islamic Natura (NATURA). Penyambutan hangat dilakukan oleh seorang ustadzah perwakilan pihak pondok, yang menyampaikan apresiasi dan harapan besar terhadap kegiatan ini.

“Kami berterima kasih atas perhatian dari KUA Cilimus. Kegiatan pendataan seperti ini memberikan semangat bagi kami untuk terus berbenah, agar pesantren Natura bisa semakin berkembang dengan sarana yang lengkap dan perizinan yang sesuai aturan,” ujar sang ustadzah penuh antusias.

Dari hasil pendataan, diketahui bahwa pesantren ini tengah dalam tahap pengembangan fisik bangunan. Sarana dan prasarana yang sudah tersedia antara lain dapur umum, asrama putra, aula, kantor, perpustakaan, ruang kelas, masjid, dan toilet santri. Sementara itu, fasilitas yang belum tersedia meliputi gedung asrama putri, auditorium, kantin, koperasi, dan toilet ustadz.

Seluruh bangunan yang ada saat ini masih dalam proses pembangunan sehingga kondisi gedung dikategorikan “sedang dalam pembangunan”. Dari sisi legalitas, Pondok Pesantren Natura belum memiliki dokumen perizinan lengkap, meliputi izin operasional dari Kemenag, Persetujuan Bangunan Gedung (PBG), Izin Mendirikan Gedung (IMG), dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Pesantren ini juga belum mendapatkan bantuan sarana dan prasarana dari Pemerintah Daerah.

Kegiatan pendataan ini menjadi bagian dari komitmen KUA Kecamatan Cilimus untuk mendukung program prioritas Direktorat Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI dalam memastikan keberadaan dan kondisi prasarana pesantren di seluruh wilayah Indonesia. Melalui data yang valid dan akurat, Kementerian Agama diharapkan dapat menyusun kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya dalam hal peningkatan mutu pendidikan dan kesejahteraan lembaga pesantren.

Penyuluh KUA Cilimus juga menegaskan pentingnya kegiatan ini bukan hanya sebatas administrasi, tetapi juga sebagai bentuk pendampingan lapangan agar setiap pesantren dapat memenuhi aspek kelayakan bangunan, legalitas, dan keamanan santri.

Dengan terlaksananya pendataan di Pondok Pesantren Al-Kautsar dan Kuningan Islamic Natura, KUA Cilimus terus menunjukkan komitmennya untuk menjadi garda terdepan dalam pelayanan, pendampingan, dan pembinaan lembaga keagamaan Islam, terutama pesantren yang menjadi benteng moral dan spiritual Masyarakat.

Asep Romli (KUA Cilimus)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top