KALIAREN, 21 Juli 2025 – Majelis Taklim (MT) Roudhutul Ummahat di Desa Kaliaren, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, kembali menggelar pengajian rutin sebagai bagian dari program Bimbingan Penyuluhan Agama Islam. Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 21 Juli 2025 pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh ibu-ibu Majelis Taklim, anggota PKK, serta tokoh masyarakat setempat, termasuk Ibu Ketua RT wilayah tersebut.
Sebagai narasumber, hadir Ustadzah Neni Nuraeni, S.Ag, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilimus. Dalam pengajian yang berlangsung khidmat tersebut, Ustadzah Neni menyampaikan materi tentang “Ciri-Ciri Orang yang Memiliki Iman Sejati”, mengajak jamaah untuk senantiasa menguatkan keimanan dalam menghadapi berbagai ujian hidup.
Materi Pengajian: Tiga Ciri Orang Beriman
Ustadzah Neni memaparkan bahwa iman bukan hanya sekadar pengakuan lisan, melainkan harus dibuktikan melalui sikap dan perilaku sehari-hari. Berikut tiga ciri orang yang memiliki iman sesungguhnya:
- Mampu Menerima Ujian dengan Sabar
Kehidupan tidak lepas dari cobaan, baik berupa musibah, kesulitan, maupun godaan. Seorang mukmin sejati akan menyikapi ujian dengan sabar dan tawakal, karena meyakini bahwa setiap kesulitan ada hikmahnya. Ustadzah Neni mengutip QS. Al-Baqarah: 155-156, yang menjelaskan bahwa orang-orang beriman akan diuji, namun mereka mengucapkan “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un” (Sesungguhnya kita milik Allah dan kepada-Nya kita kembali).
- Bersyukur dalam Segala Kondisi
Nikmat Allah tidak terhitung, namun seringkali manusia lupa untuk bersyukur. Ustadzah Neni menekankan bahwa syukur harus dilakukan baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Beliau mengingatkan jamaah untuk selalu melihat nikmat yang telah diberikan, sekecil apa pun, karena syukur akan menambah keberkahan hidup.
- Ridho atas Takdir Allah
Takdir baik maupun buruk adalah ketetapan Allah yang harus diterima dengan lapang dada. Seorang yang beriman tidak akan mengeluh, melainkan meyakini bahwa semua yang terjadi adalah yang terbaik menurut Allah. Ustadzah Neni mengajak jamaah untuk meneladani sikap Nabi Muhammad SAW yang selalu ridho terhadap ketentuan Allah, meskipun dalam keadaan paling sulit sekalipun.
Kegiatan pengajian berlangsung interaktif, dengan banyaknya pertanyaan dan diskusi dari para ibu-ibu yang hadir. Ibu Ketua RT setempat turut menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini, karena dinilai mampu memperkuat ukhuwah islamiyah dan meningkatkan pemahaman agama di tingkat masyarakat.
“Alhamdulillah, pengajian rutin seperti ini sangat bermanfaat untuk mengingatkan kita agar senantiasa menjaga keimanan. Semoga ke depan bisa terus dilaksanakan dengan tema-tema yang relevan dengan kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ustadzah Neni juga berpesan agar ilmu yang didapatkan tidak hanya disimpan, tetapi diamalkan dalam kehidupan nyata, sehingga dapat menjadi bekal menuju kehidupan yang lebih baik di dunia dan akhirat.
Acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ustadzah Neni, memohon kekuatan iman, kesabaran, dan keridhoan atas segala ketetapan Allah. Jamaah pun pulang dengan hati yang tenang dan semangat baru untuk mengamalkan ilmu yang telah didapat.
Pengajian rutin MT Roudhutul Ummahat ini diharapkan dapat terus menjadi wadah silaturahmi dan peningkatan keimanan bagi masyarakat Desa Kaliaren, mendukung terciptanya lingkungan yang religius dan harmonis.
Reyazul Jinan H (KUA Cilimus)




