SETIANEGARA, 15 Agustus 2025 – Majelis taklim MT Asy-Syifa Setiaenagara, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, kembali menggelar pengajian rutin pada Jumat, 15 Agustus 2025. Acara yang berlangsung pukul 08.00 WIB hingga selesai ini dihadiri oleh ibu-ibu majelis taklim, anggota PKK, serta beberapa ketua RT setempat. Pengajian kali ini menghadirkan Ustadzah Nani Nuraeni, S.Ag, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilimus, sebagai pemateri.
Ustadzah Nani Nuraeni menyampaikan materi yang sangat penting bagi kaum perempuan, yakni “Ciri-Ciri Perempuan Penghuni Surga”. Beliau menjelaskan bahwa surga bukanlah tempat yang mudah diraih, tetapi dengan mengamalkan beberapa sifat utama, seorang perempuan bisa menjadi calon penghuninya. Berikut adalah poin-poin utama yang disampaikan:
- Ta’at Menjalankan Perintah Allah SWT
Ketaatan dalam menjalankan perintah Allah SWT merupakan pondasi utama. Seorang perempuan yang senantiasa mendirikan shalat, berpuasa, menunaikan zakat, dan menjalankan kewajiban agama lainnya dengan ikhlas akan mendapatkan kemuliaan di sisi-Nya.
- Mampu Menjaga Lisan
Ustadzah Nani menekankan pentingnya menjaga lisan. Beliau mengingatkan bahwa perempuan di zaman dahulu sering dilarang keluar rumah karena dikhawatirkan lisannya tidak terkontrol. “Lisan yang tidak dijaga bisa menyeret pemiliknya ke dalam dosa besar, seperti ghibah, fitnah, dan perkataan sia-sia,” ujarnya.
- Berbakti kepada Orang Tua
Birrul walidain (berbakti kepada orang tua) adalah salah satu jalan menuju surga. Perempuan yang senantiasa menghormati, menyayangi, dan mendoakan orang tuanya akan mendapatkan keberkahan hidup dan ridha Allah SWT.
- Taat kepada Suami
Ketaatan seorang istri kepada suaminya (dalam hal yang baik) juga menjadi salah satu faktor yang mendatangkan pahala besar. Ustadzah Nani menjelaskan bahwa selama suami mengajak kepada kebaikan, seorang istri wajib menaatinya dengan penuh kasih sayang dan tanggung jawab.
- Berakhlak Mulia
Seorang perempuan penghuni surga memiliki akhlak yang terpuji, di antaranya:
- Sopan santun dalam bertutur kata dan bersikap.
- Ramah kepada sesama, tidak sombong, dan mudah bergaul dengan cara yang baik.
- Dermawan, gemar bersedekah, dan membantu orang lain tanpa mengharap balasan.
Pengajian berlangsung khidmat dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Ibu-ibu majelis taklim dan anggota PKK terlihat aktif menyimak dan sesekali bertanya tentang bagaimana menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Beberapa ketua RT yang hadir juga menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan, karena dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Di akhir acara, Ustadzah Nani mengajak seluruh peserta untuk senantiasa berusaha menjadi perempuan yang diridhai Allah SWT. Acara ditutup dengan doa bersama, mengharapkan agar ilmu yang didapat dapat diamalkan dan membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat.
Pengajian rutin seperti ini diharapkan dapat terus berlanjut guna meningkatkan pemahaman keagamaan dan mempererat ukhuwah islamiyah di tengah Masyarakat.
Thobroni (KUA Cilimus)




