CILIMUS – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, kembali menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri bagi calon pengantin. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (2/9/2025) di ruang Kepenyuluhan KUA Cilimus dan dipandu langsung oleh Nani Nuraeni, S.Ag, selaku Penyuluh Agama Islam.
Dalam kegiatan tersebut, para calon pengantin diberikan bekal ilmu, wawasan, serta nilai-nilai penting untuk membangun rumah tangga yang harmonis. Nani Nuraeni menekankan bahwa pernikahan bukan hanya sekadar penyatuan dua insan, tetapi juga penyatuan dua keluarga besar yang membutuhkan komitmen, pengertian, serta rasa tanggung jawab yang kuat.
“Pernikahan itu ibarat mengarungi lautan yang luas. Ada saatnya ombak tenang, tetapi tidak jarang gelombang besar datang menghadang. Kuncinya adalah bagaimana suami dan istri mampu saling menggenggam erat, saling menguatkan, dan tidak mudah melepaskan ketika badai datang,” tutur Nani dengan penuh ketulusan.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi yang baik dalam rumah tangga. Menurutnya, salah satu penyebab utama keretakan pernikahan adalah kurangnya keterbukaan antara pasangan. “Belajarlah untuk selalu berdialog dengan hati yang jernih. Jangan simpan masalah sendiri, karena rumah tangga adalah perjalanan bersama. Saling mendengar dan saling memahami akan menjadi kunci lahirnya keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah,” tambahnya.
Selain itu, Nani juga memberikan pesan agar calon pengantin tidak melupakan doa dan ikhtiar spiritual dalam membangun keluarga. “Ingatlah bahwa rumah tangga tanpa doa bagaikan kapal tanpa nakhoda. Mintalah selalu bimbingan Allah agar setiap langkah kalian berada dalam keberkahan. Ketika cinta berlandaskan iman, maka rumah tangga akan menjadi ladang pahala dan kebahagiaan dunia akhirat,” ujarnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan ini, bahkan beberapa calon pengantin mengaku mendapatkan banyak wawasan baru tentang peran dan tanggung jawab dalam pernikahan. Kegiatan bimbingan ini ditutup dengan sesi tanya jawab, di mana calon pengantin dapat berkonsultasi langsung terkait persoalan yang kerap muncul menjelang maupun setelah pernikahan.
Melalui kegiatan Bimbingan Perkawinan Mandiri ini, KUA Cilimus berharap para calon pengantin mampu mempersiapkan diri secara lahir dan batin, sehingga pernikahan yang mereka jalani tidak hanya sah secara hukum negara dan agama, tetapi juga kokoh menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga.
Reyazul Jinan Haikal (KUA Cilimus)




